
π Beranda βΊ Berita βΊ emas Tembus US$4.070, Kemenangan Demokraβ¦
Gold
Emas Tembus US$4.070, Kemenangan Demokrat Tekan Dolar AS!
- troy ounce, melanjutkan kenaikan sebesar 3,3% pada sesi sejak lama
- kedua kamar Kongres dalam pemilu sela
- dapat membatasi sejumlah agenda pemerintahan Trump, termasuk rencana pemotongan
- dolar Bloomberg merosot 0,4%, mencatat penurunan harian terbesar dalam dua
- emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya
- kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan militer lanjutan kepada Iran
- mengurangi tekanan inflasi dunia sekaligus meredakan kekhawatiran kepada
- konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari akibat lonjakan harga energi dan
- pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang
- Federal Reserve (The Fed)
- memberikan dukungan tambahan bagi emas
- hasil obligasi, serta meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga minyak
- berkurang, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi
Harga emas dunia mempertahankan
penguatan tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah mencatat lonjakan
harian terbesar sejak Agustus. Emas spot mengalami kenaikan 0,2% merupakan US$4.070,10 per
troy ounce, melanjutkan kenaikan sebesar 3,3% pada sesi sejak lama
troy ounce, melanjutkan kenaikan sebesar 3,3% pada sesi sejak lama. Penguatan
ini didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan imbal
hasil obligasi pemerintah AS setelah Partai Demokrat memenangkan kendali atas
kedua kamar Kongres dalam pemilu sela
kedua kamar Kongres dalam pemilu sela. Perubahan kekuatan politik di Washington
meningkatkan ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan
Presiden Donald Trump, sehingga memberikan dukungan kepada permintaan emas.
Kemenangan Partai Demokrat di
Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat mendorong investor menyesuaikan ekspektasi
kepada kebijakan fiskal AS. Peringkat memperkirakan perubahan komposisi Kongres
dapat membatasi sejumlah agenda pemerintahan Trump, termasuk rencana pemotongan
dapat membatasi sejumlah agenda pemerintahan Trump, termasuk rencana pemotongan
pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Kondisi tersebut turut mendorong
penurunan imbal hasil obligasi Treasury di berbagai tenor, sementara indeks
dolar Bloomberg merosot 0,4%, mencatat penurunan harian terbesar dalam dua
dolar Bloomberg merosot 0,4%, mencatat penurunan harian terbesar dalam dua
bulan. Imbal hasil obligasi yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas
karena logam mulia tidak memberikan bunga, sedangkan pelemahan dolar membuat
emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya
emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Dukungan tambahan kepada emas
datang dari penurunan harga minyak dunia setelah Presiden Trump meredakan
kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan militer lanjutan kepada Iran
kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan militer lanjutan kepada Iran.
Minyak mentah Brent turun hingga menembus level US$100 per barel pada Rabu,
untuk pertama kalinya sejak awal Oktober. Penurunan harga energi berpotensi
mengurangi tekanan inflasi dunia sekaligus meredakan kekhawatiran kepada
mengurangi tekanan inflasi dunia sekaligus meredakan kekhawatiran kepada
kebijakan suku bunga tinggi. Meski demikian, pemulihan emas masih berlangsung
di tengah tekanan jangka panjang, setelah harganya merosot lebih dari 20% sejak
konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari akibat lonjakan harga energi dan
konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari akibat lonjakan harga energi dan
pengetatan kebijakan moneter.
Perhatian investor kini beralih
pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang
pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang
dijadwalkan dirilis Jumat (6/11/2026). Data tersebut akan merupakan indikator
penting untuk menilai kekuatan market tenaga kerja dan arah kebijakan suku bunga
Federal Reserve (The Fed)
Federal Reserve (The Fed). Apabila pertumbuhan tenaga kerja menyiratkan
perlambatan dan tekanan inflasi semakin terkendali, ruang bagi The Fed untuk
melonggarkan kebijakan moneter berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat
memberikan dukungan tambahan bagi emas
memberikan dukungan tambahan bagi emas. Sementara itu, logam mulia lainnya
turut mencatat penguatan, dengan perak naik 0,3% merupakan US$52,36 per troy
ounce setelah melonjak hampir 5% pada perdagangan di awal.
Newsmaker mencatat, keberhasilan emas bertahan
di atas US$4.000 menjelaskan meningkatnya momentum pemulihan setelah mengalami
tekanan tajam selama beberapa bulan terakhir. Pelemahan dolar, penurunan imbal
hasil obligasi, serta meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga minyak
hasil obligasi, serta meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga minyak
merupakan kombinasi faktor yang mendukung penguatan logam mulia. Jika data tenaga
kerja AS memaparkan pelemahan dan ekspektasi pengetatan suku bunga The Fed
berkurang, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi
berkurang, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi.
Sebaliknya, apabila NFP kembali menjelaskan kekuatan ekonomi AS dan mendorong
pemulihan dolar serta imbal hasil obligasi, harga emas berisiko mengalami
koreksi. Dengan demikian, keberlanjutan tren penguatan emas akan sangat
bergantung pada perkembangan fundamental ekonomi AS dan respons peringkat kepada
arah kebijakan moneter berikutnya.
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
π° Sumber asli: newsmaker