Emas Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja AS Batasi Kenaikan!
Emas Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja AS Batasi Kenaikan!

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja AS…

Gold

Emas Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja AS Batasi Kenaikan!

πŸ“… 2026-11-04   πŸ• 07:24   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu

(4/11/2026), didukung oleh penurunan harga minyak yang membantu meredakan

kekhawatiran kepada tekanan inflasi mancanegara. Emas spot menempuh naik 0,2%

merupakan US$3.936,44 per troy ounce

merupakan US$3.936,44 per troy ounce. Meski demikian, penguatan logam mulia masih

terbatas setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjelaskan kondisi peringkat

tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan kekhawatiran

kepada kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed)

kepada kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dukungan kepada emas datang dari melemahnya harga minyak

dunia di tengah perkembangan perundingan damai antara AS dan Iran. Penurunan

harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sehingga dapat memberikan

harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sehingga dapat memberikan

ruang bagi bank sentral untuk tidak memperketat kebijakan moneter secara

berlebihan. Kondisi tersebut merupakan faktor positif bagi emas karena logam

mulia cenderung lebih menarik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mulai

mulia cenderung lebih menarik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mulai

Namun, psikologi pasar positif tersebut tertahan oleh laporan

lowongan pekerjaan AS atau JOLTS yang memaparkan peningkatan signifikan pada

September. Jumlah lowongan pekerjaan melonjak merupakan 7,52 juta, jauh melampaui

perkiraan bursa sebesar 7,1 juta. Data ini mencerminkan permintaan tenaga kerja

yang masih kuat dan memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi AS tetap solid.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan

untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember.

Ujar analis teknikal GivTrade, Waleed Said, hasil JOLTS

yang lebih kuat dari perkiraan merupakan kejutan yang mendukung sikap kebijakan

yang lebih kuat dari perkiraan merupakan kejutan yang mendukung sikap kebijakan

moneter ketat atau hawkish. Kondisi ini berpotensi memberikan dukungan kepada

dolar AS sekaligus membatasi kenaikan emas. Suku bunga yang lebih tinggi

cenderung meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, sementara emas tidak

cenderung meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, sementara emas tidak

memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, penguatan emas sekarang masih

menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter AS.

Newsmaker mencatat, ayunan emas menjelaskan

adanya tarik-menarik antara meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga

minyak dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah rilis data

tenaga kerja AS yang kuat

tenaga kerja AS yang kuat. Dalam jangka pendek, investor akan mencermati

perkembangan hasil pemilu sela AS serta laporan Non-Farm Payrolls (NFP) pada

Jumat. Jika data ketenagakerjaan kembali menyiratkan kekuatan ekonomi AS, dolar

berpotensi menguat dan membatasi pemulihan emas

berpotensi menguat dan membatasi pemulihan emas. Sebaliknya, tanda-tanda

perlambatan bursa tenaga kerja dapat mengurangi tekanan dari ekspektasi suku

bunga dan membuka peluang penguatan emas lebih lanjut.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker