Emas Berusaha Bangkit, Dolar dan Inflasi Masih Jadi Penentu
Emas Berusaha Bangkit, Dolar dan Inflasi  Masih Jadi Penentu

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Berusaha Bangkit, Dolar dan Inflasi…

Gold

Emas Berusaha Bangkit, Dolar dan Inflasi Masih Jadi Penentu

πŸ“… 2026-11-02   πŸ• 18:49   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia kembali menyiratkan penguatan pada perdagangan Senin (2/11/2026), dengan bergerak di sekitar US$3.903 per troy ounce setelah mengalami tekanan jual tajam pada akhir pekan lalu. Pemulihan tersebut terjadi menyusul penurunan harga minyak dunia yang meredakan sebagian kekhawatiran kepada inflasi Amerika Serikat. Aksi pembelian pada harga rendah turut menopang gerakan logam mulia setelah emas merosot sekitar 3,7% pada Jumat dan mencatatkan kinerja Oktober terburuk sejak 2008.

Penurunan harga minyak merupakan salah satu faktor yang memberikan ruang pemulihan bagi emas. Kondisi pasar bursa membaik setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih memberikan kesempatan lebih besar bagi jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik dengan Iran menjelang pemilu sela AS. Harapan meredanya ketegangan Timur Tengah mendorong pelemahan harga energi sekaligus mengurangi kekhawatiran kepada tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang selama ini menjadi salah satu penghambat penguatan emas.

Meski demikian, pemulihan harga emas masih menghadapi tantangan dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Tingginya inflasi dan ketahanan aktivitas ekonomi AS membuat market tetap mempertimbangkan kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan ketat atau menaikkan suku bunga pada Desember. Suku bunga yang tinggi cenderung meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, terutama obligasi pemerintah AS, sehingga membatasi minat kepada emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, ketidakpastian pasar saham teknologi akibat kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan juga berpotensi memicu volatilitas di pasar logam mulia.

Memasuki awal November

Memasuki awal November, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan konflik Timur Tengah, koreksi dolar AS, serta sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat, termasuk aktivitas manufaktur dan laporan ketenagakerjaan. Data ekonomi yang merosot dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan membuka peluang pemulihan emas lebih lanjut. Sebaliknya, apabila inflasi tetap tinggi dan ekonomi AS menyiratkan ketahanan, tekanan kepada logam mulia berpotensi kembali meningkat. Dengan demikian, penguatan emas menuju US$3.903 masih perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren yang berkelanjutan.(CP)

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker