Minyak Kembali Memanas, AS Siapkan Serangan Baru ke Iran?
Minyak Kembali Memanas, AS Siapkan Serangan Baru ke Iran?

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Kembali Memanas, AS Siapkan Seran…

Oil

Minyak Kembali Memanas, AS Siapkan Serangan Baru ke Iran?

πŸ“… 2026-10-30   πŸ• 07:32   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali

melonjak pada perdagangan Jumat (30/10/2026), dipicu meningkatnya kekhawatiran

bahwa Amerika Serikat berpotensi melanjutkan serangan militer kepada Iran

setelah pemilu paruh waktu pada 3 November mendatang

setelah pemilu paruh waktu pada 3 November mendatang. Minyak Brent untuk pengiriman

Desember naik 0,5% merupakan US$111,44 per barel pada pukul 08.20 waktu

Singapura, sementara West Texas Intermediate (WTI) mengalami kenaikan 0,7% ke level

US$102,73 per barel

US$102,73 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa seorang

komandan senior militer AS memberikan pengarahan kepada Presiden Donald Trump

mengenai sejumlah opsi operasi militer kepada Teheran.

Ketegangan meningkat ketika Ketua

Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan

mengorbankan kepentingan utama dalam perundingan untuk mengakhiri konflik.

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran mengonfirmasi telah menerima surat dari

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran mengonfirmasi telah menerima surat dari

Wakil Presiden AS JD Vance sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali

pembicaraan damai. Namun, belum adanya kesepakatan penghentian perang membuat

investor tetap memperhitungkan risiko gangguan pasokan minyak

investor tetap memperhitungkan risiko gangguan pasokan minyak. Situasi keamanan

di Selat Hormuz juga masih merupakan perhatian setelah adanya laporan serangan

kepada kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut.

Di tengah ketidakpastian

geopolitik, harga minyak Brent terekam telah meningkat sekitar 12% sepanjang

Oktober dan sempat mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Meskipun

aliran minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih, persediaan dunia yang rendah

aliran minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih, persediaan dunia yang rendah

serta terbatasnya pasokan produk olahan masih menopang harga. Kekhawatiran

kepada keamanan kawasan turut memengaruhi kegiatan industri energi, sementara

perkembangan konflik Rusia dan Ukraina merupakan faktor tambahan yang

perkembangan konflik Rusia dan Ukraina merupakan faktor tambahan yang

diperhatikan pelaku peringkat. Kondisi tersebut menyiratkan bahwa pemulihan

distribusi minyak belum sepenuhnya menghilangkan risiko kenaikan harga energi

Pandangan kedepannya, arah harga

minyak akan sangat dipengaruhi keputusan Washington mengenai Iran setelah

pemilu paruh waktu AS. Jika operasi militer kembali dilancarkan dan mengganggu

jalur pengiriman energi, Brent berpotensi mengalami kenaikan lanjutan

jalur pengiriman energi, Brent berpotensi mengalami kenaikan lanjutan.

Sebaliknya, keberhasilan diplomasi dan tercapainya kesepakatan penghentian

konflik dapat mengurangi premi risiko geopolitik dan mendorong koreksi harga.

Bagi ekonomi internasional

Bagi ekonomi internasional, minyak yang bertahan mahal berpotensi meningkatkan tekanan

inflasi, memperbesar biaya produksi, dan membuat bank sentral lebih

berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker