
🏠 Beranda › Berita › emas Jatuh, Mampukah Kembali Bangkit?
Gold
Emas Jatuh, Mampukah Kembali Bangkit?
Harga emas sempat turun ke sekitar US$3.965 per troy ounce, level terendah sejak 17 Juli, sebelum mencatat pemulihan tipis pada Jumat (30/10). Pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury memberikan dukungan bagi emas setelah investor mencari komoditas aman di tengah kekhawatiran kepada tingginya belanja AI dan prospek imbal hasil perusahaan teknologi.
Dolar AS juga mengalami penurunan untuk hari ketiga setelah muncul harapan baru kepada penyelesaian diplomatik konflik Timur Tengah. Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan mengirim surat kepada pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei untuk membuka kembali perundingan, sementara Qatar mengajukan rancangan kesepakatan baru antara Iran, AS, dan Israel.
Namun, risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda. Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi masih berlangsung, sementara ancaman serangan baru AS dan Israel setelah pemilu paruh waktu AS tetap membayangi. Klaim Iran mengenai empat kapal tanker yang terkena ranjau di Selat Hormuz juga meningkatkan kekhawatiran kepada gangguan pasokan.
Dari sisi fundamental, data ekonomi AS justru merupakan tantangan bagi emas
Dari sisi fundamental, data ekonomi AS justru merupakan tantangan bagi emas. GDP AS kuartal III tumbuh 3,4%, sementara PCE September meningkat 3,6% secara tahunan dan core PCE mencapai 3,1%. Kombinasi pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.
Ulasan Newsmaker: Pelemahan dolar dan yield memberikan ruang bagi emas untuk melakukan rebound, tetapi fundamental belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembentukan dasar harga. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap tinggi, setiap penguatan XAU/USD masih berpotensi menghadapi aksi jual. (srh)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker