Brent Tembus Level Tertinggi, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Brent Tembus Level Tertinggi, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Brent Tembus Level Tertinggi, Konflik Ti…

Oil

Brent Tembus Level Tertinggi, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

πŸ“… 2026-10-24   πŸ• 03:28   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak mentah ditutup mengalami kenaikan pada akhir pekan, dengan Brent mencapai level tertinggi sejak April setelah meningkatnya serangan kepada Arab Saudi memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan energi. Brent naik ke $116.72 per barel atau 3,1% dan catatkan kenaikan lebih dari 6% sepanjang pekan, sementara WTI juga ditutup di atas US$103 per barel.

Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan kepada pelabuhan Yanbu, ladang minyak, dan bandara di Arab Saudi. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas di sekitar Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak mancanegara. Investor juga cenderung mengurangi posisi jual menjelang akhir pekan untuk mengantisipasi perkembangan geopolitik.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika telah memberikan tekanan besar kepada Iran dan mengisyaratkan kemungkinan tindakan lebih lanjut. Laporan mengenai rencana serangan baru AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS turut menjaga premi risiko geopolitik dalam harga minyak.

Di sisi lain, arus minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan telah kembali mendekati level sebelum perang. Namun, pengiriman produk olahan dari kawasan Teluk masih terbatas. Kondisi ini membuat bursa menghadapi situasi yang kompleks, ketika pasokan minyak mentah relatif pulih tetapi produk energi seperti diesel tetap ketat.

Tekanan pasokan juga diperburuk oleh serangan Ukraina kepada kilang minyak Rusia. Sejumlah pemerintah mulai menggunakan cadangan strategis untuk meredam dampak gangguan pasokan, sementara pemerintahan Trump berupaya menekan harga energi domestik melalui sejumlah langkah, termasuk kesepakatan diesel dengan Rusia menjelang pemilu paruh waktu.

Tinjauan Newsmaker: Harga minyak masih memiliki bias bullish dalam jangka pendek karena premi risiko geopolitik tetap tinggi. Fokus utama peringkat adalah apakah eskalasi Timur Tengah mulai mengganggu arus minyak secara nyata. Jika serangan meluas hingga menghambat pasokan atau jalur pelayaran, tekanan kenaikan harga dapat semakin kuat. Sebaliknya, pemulihan arus minyak dan meredanya konflik berpotensi memicu koreksi.

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker