Harga Minyak Kembali Melonjak, Konflik Timur Tengah Makin Memanas
Harga Minyak Kembali Melonjak, Konflik Timur Tengah Makin Memanas

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Harga Minyak Kembali Melonjak, Konflik T…

Oil

Harga Minyak Kembali Melonjak, Konflik Timur Tengah Makin Memanas

πŸ“… 2026-10-22   πŸ• 02:56   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali

melonjak dalam perdagangan setelah penutupan resmi Rabu (21/10/2026), dipicu

meningkatnya kekhawatiran kepada eskalasi konflik Timur Tengah dan potensi

gangguan pasokan energi internasional

gangguan pasokan energi internasional. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember

sejak awal ditutup relatif stabil di level US$108,82 per barel, sebelum melonjak

merupakan US$110,33 per barel pada pukul 15.09 waktu New York. Sementara itu,

minyak West Texas Intermediate (WTI) yang sempat anjlok 4,6% dan ditutup di

minyak West Texas Intermediate (WTI) yang sempat anjlok 4,6% dan ditutup di

US$97,15 per barel, kembali naik merupakan US$98,41 dalam perdagangan setelah

penutupan. Pembalikan harga tersebut menjelaskan meningkatnya kekhawatiran

investor kepada keamanan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah

investor kepada keamanan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga dipicu laporan

bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat tengah mempersiapkan perintah

keberangkatan bagi sebagian pegawai kedutaan beserta anggota keluarga mereka

keberangkatan bagi sebagian pegawai kedutaan beserta anggota keluarga mereka

dari sejumlah negara kawasan Teluk. Langkah tersebut memperbesar kekhawatiran

bursa kepada kemungkinan meluasnya konflik regional. Di sisi lain, serangan

drone kepada salah satu ladang minyak Saudi Aramco dilaporkan menewaskan dua

drone kepada salah satu ladang minyak Saudi Aramco dilaporkan menewaskan dua

orang, sebagaimana diberitakan kantor berita resmi Arab Saudi. Rangkaian

perkembangan tersebut kembali meningkatkan premi risiko geopolitik di bursa

energi, terutama ketika keamanan fasilitas produksi dan jalur distribusi minyak

energi, terutama ketika keamanan fasilitas produksi dan jalur distribusi minyak

masih berada dalam ancaman.

Sepanjang 2026, harga minyak

dilaporkan telah melonjak sekitar 80%, sementara harga produk olahan seperti

dilaporkan telah melonjak sekitar 80%, sementara harga produk olahan seperti

solar mencatat kenaikan lebih tinggi akibat gangguan pengiriman melalui Selat

Hormuz serta serangan Ukraina kepada sejumlah kilang minyak Rusia. Kondisi

ini meningkatkan kekhawatiran kepada ketersediaan pasokan energi dan tekanan

ini meningkatkan kekhawatiran kepada ketersediaan pasokan energi dan tekanan

biaya bagi konsumen mancanegara. Investor kini mencermati perkembangan keamanan

Timur Tengah, potensi tindakan lanjutan Amerika Serikat, serta kelancaran

distribusi minyak internasional

distribusi minyak internasional. Jika ketegangan terus meningkat, harga minyak

berpotensi mempertahankan penguatan. Sebaliknya, meredanya konflik dan pulihnya

jalur pengiriman dapat membuka peluang koreksi harga.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker