
π Beranda βΊ Berita βΊ Harga emas Kembali Melemah, Konflik Timuβ¦
Gold
Harga Emas Kembali Melemah, Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman Baru!
- spot (XAU/USD) turun 0,4% merupakan US$4.123,39 per troy ounce pada pukul 06.36
- ketegangan geopolitik Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak dunia
- pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi,
- hasil tersebut meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbunga sekaligus
- kehilangan sekitar 20% nilainya akibat lonjakan harga energi yang memperbesar
- rumah tertunda menyentuh rekor terendah
- kenaikan sebesar 25 basis poin berada di bawah 17%
- itu, logam mulia lainnya turut mengalami tekanan, dengan harga perak turun 0,7%
- Tengah, koreksi harga minyak, imbal hasil Treasury, serta sinyal kebijakan
Harga emas dunia kembali melemah
pada perdagangan Kamis (22/10/2026), setelah sempat naik pada sesi
di awal di tengah meningkatnya kekhawatiran kepada inflasi mancanegara. Emas
spot (XAU/USD) turun 0,4% merupakan US$4.123,39 per troy ounce pada pukul 06.36
spot (XAU/USD) turun 0,4% merupakan US$4.123,39 per troy ounce pada pukul 06.36
WIB, setelah sejak awal mencatat kenaikan 0,4% yang mengakhiri tren penurunan
selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi sejalan meningkatnya
ketegangan geopolitik Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak dunia
ketegangan geopolitik Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak dunia
dan memperkuat kekhawatiran kepada inflasi Amerika Serikat (AS). Suasana pasar
peringkat semakin tertekan setelah Departemen Luar Negeri AS memerintahkan pegawai
pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi,
pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi,
sementara serangan drone kepada ladang minyak Saudi Aramco dilaporkan
menewaskan dua orang.
Tekanan terhadap emas semakin
meningkat setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali naik, dengan yield
Treasury tenor dua tahun mencapai level tertinggi dalam sepekan. Kenaikan imbal
hasil tersebut meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbunga sekaligus
hasil tersebut meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbunga sekaligus
mengurangi minat kepada emas yang tidak memberikan pendapatan bunga. Sejak
konflik AS-Iran meletus pada akhir Februari, harga emas dilaporkan telah
kehilangan sekitar 20% nilainya akibat lonjakan harga energi yang memperbesar
kehilangan sekitar 20% nilainya akibat lonjakan harga energi yang memperbesar
tekanan inflasi dunia. Di sisi lain, data ekonomi AS mulai menyiratkan tanda
perlambatan setelah pembangunan rumah baru pada September menurun dan penjualan
rumah tertunda menyentuh rekor terendah
rumah tertunda menyentuh rekor terendah. Kondisi ini menempatkan Federal
Reserve dalam dilema antara menjaga stabilitas inflasi dan mendukung
pertumbuhan ekonomi.
Investor kini menantikan pertemuan kebijakan
moneter Federal Reserve pada 27β28 Oktober 2026. Peringkat memperkirakan bank
sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut, dengan peluang
kenaikan sebesar 25 basis poin berada di bawah 17%
kenaikan sebesar 25 basis poin berada di bawah 17%. Namun, inflasi AS yang
masih melampaui target 2% serta tingginya harga energi membuat pelaku market
tetap mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Sementara
itu, logam mulia lainnya turut mengalami tekanan, dengan harga perak turun 0,7%
itu, logam mulia lainnya turut mengalami tekanan, dengan harga perak turun 0,7%
merupakan US$57,54 per troy ounce, diikuti pelemahan platinum dan paladium. Ke
depan, arah emas kemungkinan masih bergantung pada perkembangan konflik Timur
Tengah, koreksi harga minyak, imbal hasil Treasury, serta sinyal kebijakan
Tengah, koreksi harga minyak, imbal hasil Treasury, serta sinyal kebijakan
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
π° Sumber asli: newsmaker