🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Emas Berbalik Menguat, Penurunan Minyak …

Gold

Emas Berbalik Menguat, Penurunan Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi

πŸ“… 2026-10-20   πŸ• 21:39   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia kembali menjelaskan penguatan

pada perdagangan Selasa malam (20/10), setelah di awal mengalami tekanan

jual hingga bergerak di sekitar US$4.120 per troy ounce. Pemulihan harga emas

terjadi bersamaan penurunan harga minyak mentah yang berpotensi meredakan

terjadi bersamaan penurunan harga minyak mentah yang berpotensi meredakan

kekhawatiran kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut

memberikan suasana pasar positif bagi logam mulia setelah sejak lama tertekan oleh

meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed)

meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).

Penurunan harga minyak merupakan

salah satu faktor yang berpotensi mendukung pemulihan emas. Di awal,

lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah

lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah

sempat memicu kekhawatiran kepada kenaikan biaya energi dan inflasi internasional.

Namun, ketika harga minyak mulai turun, tekanan inflasi kemungkinan dapat

berkurang sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan

berkurang sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan

moneter yang lebih akomodatif. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah

cenderung menguntungkan emas karena dapat mengurangi daya tarik instrumen berbasis

imbal hasil seperti obligasi pemerintah AS.

Di sisi lain, ketidakpastian

peringkat keuangan mancanegara turut memberikan dukungan kepada permintaan emas

sebagai komoditas lindung nilai atau safe haven

sebagai komoditas lindung nilai atau safe haven. Tekanan pada saham-saham teknologi

Wall Street, terutama sektor kecerdasan buatan (AI), meningkatkan kewaspadaan

investor kepada komoditi berisiko. Meski demikian, perhatian bursa masih tertuju

pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang

pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang. Investor akan mencermati

petunjuk mengenai arah suku bunga AS hingga akhir tahun, terutama di tengah

ketidakpastian inflasi dan perkembangan geopolitik mancanegara.

Newsmaker mencermati bahwa

kombinasi penurunan harga minyak, potensi meredanya tekanan inflasi, serta

meningkatnya kehati-hatian investor dapat merupakan faktor pendukung pemulihan

harga emas dalam jangka pendek

harga emas dalam jangka pendek. Jika pelemahan minyak turut diikuti penurunan

imbal hasil obligasi dan dolar AS, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju

area psikologis US$4.200 per troy ounce. Namun, apabila ekspektasi pengetatan

kebijakan The Fed kembali meningkat, kenaikan emas berisiko tertahan dan

kebijakan The Fed kembali meningkat, kenaikan emas berisiko tertahan dan

tekanan jual dapat kembali muncul.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading