π Beranda βΊ Berita βΊ S\u0026P 500 Anjlok 1,1%, inflasi Panas β¦
Oil
S\u0026P 500 Anjlok 1,1%, Inflasi Panas Tekan saham AS
- 1,11% ke 7.718,94, sementara Nasdaq Composite merosot 1,88% ke 26.692,87
- berada di atas ekspektasi ekonom sebesar 3,6%
- suku bunga, terutama pada Desember, karena tekanan inflasi yang masih tinggi
- saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) turut merupakan sumber tekanan utama
- membuat komoditi berisiko merupakan kurang menarik
Indeks saham Amerika Serikat
mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (14/10) setelah data inflasi September
memaparkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. S&P 500 turun
1,11% ke 7.718,94, sementara Nasdaq Composite merosot 1,88% ke 26.692,87
1,11% ke 7.718,94, sementara Nasdaq Composite merosot 1,88% ke 26.692,87. Dow
Jones Industrial Average juga turun 48,62 poin atau 0,09% ke 51.621,48,
meskipun kenaikan saham sektor kesehatan membantu membatasi pelemahan indeks.
Tekanan kepada bursa semakin
kuat setelah data Consumer Price Index (CPI) menjelaskan inflasi AS naik 0,6%
secara bulanan dan 3,7% secara tahunan pada September. Angka tahunan tersebut
berada di atas ekspektasi ekonom sebesar 3,6%
berada di atas ekspektasi ekonom sebesar 3,6%. Sementara itu, Core CPI yang
tidak memasukkan harga makanan dan energi meningkat 0,3% secara bulanan dan
2,6% secara tahunan, juga sedikit di atas perkiraan masing-masing 0,2% dan
Data inflasi yang lebih panas
meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve perlu mempertahankan kebijakan
moneter ketat lebih lama. Market kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan
suku bunga, terutama pada Desember, karena tekanan inflasi yang masih tinggi
suku bunga, terutama pada Desember, karena tekanan inflasi yang masih tinggi
dapat menyulitkan The Fed untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.
Selain faktor inflasi,
saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) turut merupakan sumber tekanan utama
saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) turut merupakan sumber tekanan utama
di Wall Street. Investor mulai melakukan aksi jual setelah valuasi sektor AI
dinilai tinggi, sementara kenaikan suku bunga meningkatkan biaya pendanaan dan
membuat komoditi berisiko merupakan kurang menarik
membuat komoditi berisiko merupakan kurang menarik. Kondisi tersebut membuat Nasdaq
mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan indeks utama lainnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.