🏠 Beranda › Berita › Brent Tertekan, Risiko Geopolitik Masih …
Oil
Brent Tertekan, Risiko Geopolitik Masih Menopang Minyak
Harga minyak mentah Brent turun sekitar 1% pada perdagangan Kamis setelah rencana Amerika Serikat untuk melonggarkan kebijakan kepada kapal tanker yang terkait dengan armada bayangan Rusia meredakan kekhawatiran mengenai tingginya biaya pengiriman dan pasokan bahan bakar. Brent turun US$1,03 atau 0,97% merupakan US$105,03 per barel. Sebaliknya, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,04 atau 1,09% menjadi US$96,13 per barel karena peringkat mengantisipasi penurunan besar persediaan minyak mentah AS.
Tekanan kepada Brent muncul setelah pemerintah AS mempertimbangkan kapal pelonggaran sanksi terhadap sejumlah kapal tanker Rusia yang di awal terkena dampak. Langkah tersebut berpotensi menurunkan biaya transportasi dan meningkatkan distribusi bahan bakar diesel. Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga sempat mencabut sanksi terhadap bahan bakar diesel Rusia untuk sementara waktu guna mengurangi kenaikan harga energi internasional.
Namun, penurunan harga minyak masih tertahan oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di kapal Yaman terus berlangsung, sementara serangan kepada sekitar Selat Hormuz semakin intensif. Sebuah kapal kontainer dan kapal kargo melaporkan tenggelamnya setelah terkena proyektil dalam insiden terpisah, meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran jalur perdagangan energi dunia.
Risiko pasokan juga datang dari konflik Rusia-Ukraina
Risiko pasokan juga datang dari konflik Rusia-Ukraina. Ukraina kembali menyerang fasilitas energi Rusia, termasuk kilang minyak di wilayah Ryazan. Di sisi lain, Spanyol berencana menghabiskan sekitar 4,4 juta barel dari strategi cadangan pada bulan Oktober. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya negara-negara untuk menambah pasokan ketika bursa energi masih menghadapi berbagai gangguan.
Dari Amerika Serikat, data American Petroleum Institute (API) menjelaskan persediaan minyak mentah turun 11,1 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Oktober, jauh lebih besar dari perkiraan analis. Data resmi Energy Information Administration (EIA) akan merupakan perhatian bursa untuk mengonfirmasi penurunan tersebut, sekaligus memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi pasokan minyak AS.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.