🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Naik, Konflik Timur Tengah Kembal…

Oil

Minyak Naik, Konflik Timur Tengah Kembali Ancam Pasokan

πŸ“… 2026-10-14   πŸ• 12:41   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak kembali naik pada perdagangan Rabu (14/10) di tengah meningkatnya kekhawatiran kepada gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Brent berjangka Desember naik 0,61% ke US$106,33 per barel, sementara WTI berjangka November menguat 0,63% ke US$94,73 per barel. Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran merupakan salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga.

Konflik meningkat setelah serangan mematikan kelompok Houthi kepada bandara utama Riyadh. Sebagai respons, koalisi pimpinan Arab Saudi dilaporkan menyerang sejumlah terminal energi dan cadangan bahan bakar di Yaman. Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran peringkat bahwa konflik dapat semakin mengganggu infrastruktur energi dan jalur distribusi minyak di kawasan.

Ketegangan juga terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait Selat Hormuz. Komando Pusat AS membantah klaim komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa Iran menguasai jalur strategis tersebut dan mengancam akan menenggelamkan kapal perang AS yang mendekat. Washington menegaskan bahwa pasukan AS bersama mitra regional masih mengendalikan Selat Hormuz.

Risiko tersebut merupakan semakin penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia. Setiap gangguan kepada pelayaran tanker di kawasan berpotensi mengurangi pasokan minyak ke market dunia dan meningkatkan premi risiko pada harga crude. Dengan konflik yang masih berkembang, investor terus mencermati kemungkinan gangguan terhadap produksi maupun distribusi energi di Timur Tengah.

Di tengah kondisi tersebut, investor dan pengelola hedge fund Paul Tudor Jones memperkirakan harga minyak masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan akibat konflik Iran. Ia bahkan melihat potensi kenaikan tambahan sekitar US$20–25 per barelapabila ketegangan terus meningkat. Pandangan tersebut memaparkan bahwa peringkat masih menghadapi risiko bullish yang kuat, terutama apabila tidak terdapat langkah nyata untuk meredakan konflik sebelum pemilu sela AS. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading