π Beranda βΊ Berita βΊ Harga Minyak Turun, Pasar Terjebak di Teβ¦
Oil
Harga Minyak Turun, Pasar Terjebak di Tengah Dua Risiko
Harga minyak mentah kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (13/10), setelah Brent sempat mencapai level tertinggi hampir satu bulan pada sesi di awal. Brent turun 1,69% ke US$104,85 per barel, sementara WTI merosot 1,27% merupakan US$92,55. Investor mulai mengambil keuntungan sambil mencermati perkembangan pasokan energi Rusia dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Tekanan datang dari rencana Rusia untuk meningkatkan pasokan diesel ke pasar internasional setelah Amerika Serikat memberikan kelonggaran sementara kepada sejumlah sanksi bahan bakar Rusia. Tambahan pasokan tersebut berpotensi mengurangi ketatnya pasar produk energi dan menekan harga minyak. Namun, kemampuan Rusia memenuhi target pasokan masih diragukan karena kondisi sektor kilangnya mengalami berbagai gangguan.
Di sisi lain, risiko geopolitik masih merupakan penahan penurunan harga. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran kepada Riyadh serta laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi minyak. Biaya pengiriman dan asuransi yang melonjak juga membuat distribusi minyak dan produk energi menjadi semakin mahal.
Dari sisi permintaan
Dari sisi permintaan, OPEC justru menaikkan proyeksi pertumbuhan konsumsi minyak dunia untuk 2027. Organisasi tersebut menilai dunia perlu kembali membangun persediaan minyak setelah stok mengalami penurunan akibat gangguan pasokan selama konflik Iran. Kondisi ini memberikan fondasi permintaan bagi harga minyak, meskipun pasar tetap menghadapi ketidakpastian dari sisi pasokan dan geopolitik.
Newsmaker melihat, koreksi Oil sekarang belum memaparkan perubahan fundamental yang besar. Tambahan pasokan Rusia dapat memberikan tekanan turun, tetapi risiko gangguan di Timur Tengah masih menjaga premi risiko tetap tinggi. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada perkembangan konflik Iran dan Timur Tengah, realisasi pasokan Rusia, serta apakah eskalasi geopolitik kembali meningkat setelah pemilu sela AS pada November.
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.