🏠 Beranda › Berita › Minyak Tertekan, Klaim Gencatan Senjata …
Oil
Minyak Tertekan, Klaim Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina Jadi Sorotan
- yang berlaku segera
- mekanisme maupun durasinya
- hingga pengumuman Trump, belum terdapat konfirmasi independen yang memastikan
- terjadi meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah masih meningkat
- kekhawatiran kepada jalur distribusi energi
- pengolahan, sementara gangguan distribusi melalui Selat Hormuz turut memperketat
- berpotensi menambah pasokan produk minyak dan menekan harga, tetapi eskalasi di
Harga minyak melemah pada
perdagangan awal pekan Senin (12/10) setelah Presiden Amerika Serikat Donald
Trump menyatakan Rusia dan Ukraina telah menyepakati “gencatan senjata energi”
yang berlaku segera
yang berlaku segera. Pernyataan tersebut memicu ekspektasi bahwa serangan
kepada infrastruktur energi kedua negara dapat berkurang, sehingga risiko
gangguan pasokan bahan bakar mancanegara berpotensi mereda. Saat berita ini ditulis
harga Brent berada di area $103 barel.
Trump menyampaikan bahwa
kesepakatan tersebut berlaku langsung, tetapi belum memberikan rincian mengenai
mekanisme maupun durasinya
mekanisme maupun durasinya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sejak lama
menuturkan Ukraina siap menghentikan serangan kepada kilang minyak Rusia jika
Moskow juga menghentikan serangan kepada fasilitas energi Ukraina. Namun,
hingga pengumuman Trump, belum terdapat konfirmasi independen yang memastikan
hingga pengumuman Trump, belum terdapat konfirmasi independen yang memastikan
kesepakatan tersebut telah berjalan sepenuhnya.
Tekanan terhadap harga minyak
terjadi meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah masih meningkat
terjadi meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah masih meningkat. Kelompok
Houthi kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, sementara
serangan kepada kapal tanker di sekitar Selat Hormuz juga meningkatkan
kekhawatiran kepada jalur distribusi energi
kekhawatiran kepada jalur distribusi energi. Kondisi tersebut merupakan faktor
penahan bagi penurunan minyak karena gangguan di Timur Tengah berpotensi
mengurangi pasokan ke bursa internasional.
Di sisi lain, market bahan bakar
masih menghadapi gangguan pasokan diesel akibat konflik Rusia-Ukraina dan
perang AS-Iran. Serangan kepada kilang Rusia telah mengurangi kapasitas
pengolahan, sementara gangguan distribusi melalui Selat Hormuz turut memperketat
pengolahan, sementara gangguan distribusi melalui Selat Hormuz turut memperketat
market diesel internasional. Trump di awal juga menyatakan Rusia akan memasok diesel
tambahan ke bursa internasional, sebagai upaya meningkatkan ketersediaan bahan bakar.
Newsmaker melihat, arah minyak
kini ditentukan oleh pertarungan antara membaiknya prospek pasokan dan
meningkatnya risiko geopolitik. Gencatan senjata energi Rusia-Ukraina
berpotensi menambah pasokan produk minyak dan menekan harga, tetapi eskalasi di
berpotensi menambah pasokan produk minyak dan menekan harga, tetapi eskalasi di
Timur Tengah, serangan kepada kapal, serta gangguan di Selat Hormuz masih
dapat mempertahankan premi risiko. Bursa akan mencermati apakah gencatan
senjata benar-benar diterapkan di lapangan.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.