π Beranda βΊ Berita βΊ emas Tertekan Lagi, Pasar Tunggu FOMC Miβ¦
Gold
Emas Tertekan Lagi, Pasar Tunggu FOMC Minutes
Harga emas kembali mendapat tekanan jual pada sesi Asia Rabu setelah gagal melanjutkan rebound dari area US$4.100 per troy ounce, level terendah dalam dua bulan. Penguatan kembali Dolar AS menjelang rilis FOMC Minutes merupakan faktor utama yang menekan XAU/USD.
Data ekonomi AS pekan lalu sebenarnya menyiratkan inflasi mulai melandai dan pasar tenaga kerja sedikit mendingin, sehingga peluang kenaikan suku bunga pada Oktober menurun. Namun, pasar masih memperkirakan sekitar 85% peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Desember, sehingga tekanan suku bunga kepada emas belum sepenuhnya hilang.
BNY Markets menilai berkurangnya peluang kenaikan bunga Oktober tidak berarti siklus pengetatan The Fed telah selesai. Mereka masih melihat kemungkinan kenaikan berikutnya terjadi pada akhir tahun, sementara prospek menuju 2027 semakin sulit diprediksi karena konflik Timur Tengah dan volatilitas harga minyak dapat kembali mendorong inflasi.
Ketegangan geopolitik turut menjaga permintaan kepada Dolar AS sebagai instrumen safe haven. Pasukan Yaman yang didukung Saudi dilaporkan menguasai sejumlah titik strategis di sekitar Laut Merah dan Bab al-Mandeb, sementara Houthi membalas dengan serangan terhadap target di Arab Saudi. Iran juga dilaporkan meningkatkan aktivitas serangan di kawasan Selat Hormuz.
Kenaikan kembali harga minyak akibat risiko pasokan menambah kekhawatiran inflasi berbasis energi dan membantu menjaga yield Treasury AS tetap tinggi. Kombinasi yield tinggi dan dolar kuat merupakan tekanan utama bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, bank sentral China dilaporkan kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-23 berturut-turut, tetapi permintaan tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tekanan jangka pendek.
Ulasan Newsmaker: Suasana pasar emas sekarang masih cenderung bearish jangka pendek karena pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan bunga Desember. FOMC Minutes merupakan katalis utama; nada hawkish berpotensi memperkuat dolar dan yield sehingga menekan Gold lebih dalam, sementara sinyal bahwa The Fed mulai lebih berhati-hati dapat membuka ruang rebound. (asd)
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.