π Beranda βΊ Berita βΊ Minyak Stabil, Risiko Timur Tengah dan Oβ¦
Oil
Minyak Stabil, Risiko Timur Tengah dan OPEC+ Jadi Sorotan
- kisaran US$92,75 per barel
- yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali
- menguasai kawasan strategis Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur
- produksi memberikan sinyal bahwa kelompok produsen utama belum mengambil
- mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis
- meskipun harga mengalami koreksi setelah sempat mendekati US$110 pada
- masih menghadapi area resistance di sekitar US$104βUS$108
- serta kebijakan OPEC+
Harga minyak bergerak relatif stabil pada awal pekan setelah
mengalami volatilitas dalam beberapa sesi terakhir. Berdasarkan koreksi
market, Brent berada di sekitar US$102,13 per barel, sementara WTI berada di
kisaran US$92,75 per barel
kisaran US$92,75 per barel. Peringkat masih menimbang risiko gangguan pasokan Timur
Tengah dengan keputusan OPEC+ yang mempertahankan kuota produksi bulan depan.
Faktor geopolitik kembali merupakan perhatian setelah pasukan
yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali
yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali
wilayah yang dikuasai kelompok Houthi di Yaman. Eskalasi tersebut berpotensi
meningkatkan risiko kepada jalur perdagangan energi, terutama setelah Houthi
menguasai kawasan strategis Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur
menguasai kawasan strategis Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur
penting pengiriman minyak antara Laut Merah dan Teluk Aden.
Di sisi lain, keputusan OPEC+ untuk mempertahankan kuota
produksi memberikan sinyal bahwa kelompok produsen utama belum mengambil
produksi memberikan sinyal bahwa kelompok produsen utama belum mengambil
langkah tambahan untuk meningkatkan pasokan. Kebijakan tersebut merupakan penting
ketika harga minyak kembali mendekati US$100 per barel dan gangguan pasokan
akibat konflik Timur Tengah masih berlangsung.
Tekanan kepada peringkat energi juga semakin besar karena
harga diesel telah mencapai level tinggi, mendorong sejumlah negara G7
mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis
mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis. Kondisi ini menjelaskan
bahwa persoalan market kini bukan hanya terkait pasokan minyak mentah,
tetapi juga ketersediaan produk olahan seperti diesel yang berperan penting
dalam aktivitas ekonomi mancanegara.
Secara teknikal, gerakan pada grafik menyiratkan Brent
masih berada dalam tren naik sejak titik rendah sekitar US$70 pada Juli,
meskipun harga mengalami koreksi setelah sempat mendekati US$110 pada
meskipun harga mengalami koreksi setelah sempat mendekati US$110 pada
September. Indikator Stochastic RSI mulai bergerak naik dari area rendah,
mengindikasikan momentum pemulihan jangka pendek mulai terbentuk, tetapi harga
masih menghadapi area resistance di sekitar US$104βUS$108
masih menghadapi area resistance di sekitar US$104βUS$108.
Ke depan, peringkat minyak akan sangat bergantung pada
perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan jalur Bab el-Mandeb dan Hormuz,
serta kebijakan OPEC+
serta kebijakan OPEC+. Selama gangguan pasokan masih merupakan risiko utama,
Brent berpotensi mempertahankan premi geopolitik, sementara setiap tanda
de-eskalasi atau pemulihan pasokan yang lebih kuat dapat kembali menekan harga
minyak.(gn)
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.