๐ Beranda โบ Berita โบ Minyak Kembali Menguat, Risiko Pasokan Rโฆ
Oil
Minyak Kembali Menguat, Risiko Pasokan Rusia dan Timur Tengah Jadi Sorotan
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Kamis (1/10) di tengah-tengah diplomasi Timur Tengah dan kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi dunia. Brent dipasarkan di sekitar US$100,48 per barel, sementara WTI berada di US$93,61 per barel. Bursa mencermati pemulihan ekspor kawasan minyak sekaligus perkembangan terbaru pada infrastruktur energi Rusia.
Psikologi pasar harga minyak ikut mendapat dorongan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuturkan Ukraina menyerang fasilitas minyak Rusia lainnya. Serangan kepada infrastruktur energi dan kilang Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan kekhawatiran mengenai ketersediaan produk makanan, terutama diesel.
Di Timur Tengah, kondisi pasokan mulai memaparkan perbaikan. Data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah kawasan mencapai 16,328 juta barel per hari pada bulan September, tertinggi sejak konflik dimulai pada bulan Februari. Arab Saudi juga kembali melakukan pemuatan tanker dari Pelabuhan Yanbu setelah jaringan pipa East-West kembali beroperasi.
Meski demikian, pasokan regional belum sepenuhnya normal
Meski demikian, pasokan regional belum sepenuhnya normal. Ekspor minyak Timur Tengah masih sekitar 3,2 juta barel per hari di bawah level Februari, sehingga bursa tetap sensitif kepada potensi gangguan baru. Perkembangan negosiasi ASโIran terkait gencatan senjata dan Selat Hormuz juga masih merupakan perhatian investor.
Dari Amerika Serikat, persediaan minyak mentah naik 922 ribu barel pada pekan lalu, berbanding terbalik dengan ekspektasi penurunan 700 ribu barel. Namun, stok bensin turun 1,7 juta barel dan persediaan distilat menyusut 2,3 juta barel, menyiratkan market produk bahan bakar masih relatif ketat.
Analisa Newsmaker: Kenaikan minyak sekarang dipengaruhi oleh kombinasi risiko geopolitik, gangguan infrastruktur energi Rusia, dan ketatnya pasokan produk olahan. Di sisi lain, pemulihan ekspor Timur Tengah dan peningkatan stok minyak mentah AS berpotensi menghambat penguatan. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi ASโIran, kondisi Selat Hormuz, serta pasokan solar internasional. (asd)
๐ Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures โ broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.