🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Kehilangan Momentum, Yield dan Ener…

Gold

Emas Kehilangan Momentum, Yield dan Energi Jadi Tekanan

πŸ“… 2026-10-01   πŸ• 04:09   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas berbalik merosot pada perdagangan Rabu (30/9) setelah sempat naik merespons data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Spot gold turun 0,7% ke US$4.152,86 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup naik tipis 0,2% di US$4.186,70. Sepanjang September, emas masih berada di jalur penurunan sekitar 6,6%.

Data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS sebenarnya memberikan psikologi pasar positif bagi emas. PCE utama naik 0,3% secara bulanan pada Agustus, sedangkan Core PCE tumbuh 3,0% secara tahunan. Data yang relatif lebih lunak tersebut membuat market kembali mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.

Peluang kenaikan suku bunga pada Oktober kini diestimasi sekitar 39%, turun dari sekitar 45% sebelum data PCE dirilis. Namun, bursa masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember tetap tinggi, sehingga tekanan kebijakan moneter kepada emas belum sepenuhnya mereda.

Penguatan emas juga tertahan setelah harga energi kembali meningkat

Penguatan emas juga tertahan setelah harga energi kembali meningkat. Kenaikan minyak mendorong kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga yield obligasi AS kembali naik setelah sejak awal sempat turun. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS sempat merosot setelah data PCE, tetapi masih berada di jalur penguatan bulanan. Pada saat yang sama, ketidakpastian konflik AS–Iran dan kebuntuan diplomasi membuat harga minyak tetap tinggi, sehingga risiko inflasi berbasis energi kembali merupakan perhatian utama peringkat.

Data PCE yang lebih lunak belum mampu memberikan dorongan berkelanjutan bagi emas karena peringkat masih menghadapi yield tinggi, kenaikan harga energi, dan ekspektasi pengetatan The Fed pada akhir tahun. Selama tekanan dari pasar obligasi tetap kuat, gerakan emas berpotensi tetap volatil. Fokus berikutnya akan tertuju pada data tenaga kerja AS yang dapat kembali mengubah ekspektasi suku bunga dan arah XAU/USD.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading