🏠 Beranda › Berita › Emas Tertekan, PCE AS Jadi Penentu Arah …
Gold
Emas Tertekan, PCE AS Jadi Penentu Arah Berikutnya
- masih terbatas karena investor memilih menunggu sejumlah data ekonomi AS
- PCE AS, indikator inflasi pilihan The Fed, yang dirilis hari ini bersama data
- kondisi ekonomi serta arah kebijakan suku bunga AS
- peluang lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun
- gencatan senjata Iran, sementara upaya mediasi Qatar belum menjelaskan kemajuan
- emas, sementara angka yang lebih lemah dapat memberikan ruang bagi logam mulia
Harga emas (XAU/USD) bergerak
sedikit merosot pada sesi Asia Rabu(30/9) setelah di awal mencoba pulih dari
area US$4.100 per troy ounce, level terendah sejak 5 Agustus. Ayunan emas
masih terbatas karena investor memilih menunggu sejumlah data ekonomi AS
masih terbatas karena investor memilih menunggu sejumlah data ekonomi AS
sebelum menentukan posisi baru.
Fokus utama bursa tertuju pada
PCE AS, indikator inflasi pilihan The Fed, yang dirilis hari ini bersama data
PCE AS, indikator inflasi pilihan The Fed, yang dirilis hari ini bersama data
final PDB kuartal II. Selanjutnya, bursa juga akan mencermati ISM Manufacturing
PMI dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) untuk mendapatkan gambaran mengenai
kondisi ekonomi serta arah kebijakan suku bunga AS
kondisi ekonomi serta arah kebijakan suku bunga AS.
Dolar AS masih mendapatkan
dukungan dari ekspektasi kebijakan The Fed yang ketat. CME FedWatch memaparkan
peluang lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun
peluang lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Namun,
penurunan yield Treasury dan lemahnya kepercayaan konsumen AS mulai memberikan
ruang bagi emas untuk mempertahankan pemulihan.
Dari sisi geopolitik, ketegangan
AS-Iran masih merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Harapan kepada
kesepakatan damai mengalami penurunan setelah Presiden Donald Trump menolak proposal
gencatan senjata Iran, sementara upaya mediasi Qatar belum menjelaskan kemajuan
gencatan senjata Iran, sementara upaya mediasi Qatar belum menjelaskan kemajuan
berarti. Kondisi tersebut tetap menjaga permintaan kepada dolar sebagai komoditas
safe haven.
Ke depan, data PCE dan NFP akan
merupakan katalis penting bagi XAU/USD. Data inflasi yang lebih tinggi dari
perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan
emas, sementara angka yang lebih lemah dapat memberikan ruang bagi logam mulia
emas, sementara angka yang lebih lemah dapat memberikan ruang bagi logam mulia
untuk kembali mengalami kenaikan. Secara teknikal, area US$4.100 merupakan level penting
yang perlu diperhatikan bursa.(gn)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.