🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Rebound 1%! Minyak Anjlok, Tapi The…

Gold

Emas Rebound 1%! Minyak Anjlok, Tapi The Fed Masih Mengintai

πŸ“… 2026-09-30   πŸ• 03:26   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) berhasil

rebound lebih dari 1,3% pada perdagangan Selasa (29/9) setelah sejak lama

mengalami tekanan tajam. XAU/USD kembali bergerak di sekitar US$4.170 per troy

ounce setelah sempat menyentuh area US$4.110

ounce setelah sempat menyentuh area US$4.110. Penguatan terjadi meski dolar AS

dan yield Treasury masih berada di level tinggi.

Pemulihan emas terutama didorong

oleh penurunan tajam harga minyak

oleh penurunan tajam harga minyak. WTI turun lebih dari 4% ke sekitar US$89 per

barel, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran kepada tekanan inflasi.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi emas untuk pulih meskipun yield Treasury

10 tahun masih berada di sekitar 5,25%.

Dari sisi The Fed, pernyataan

pejabat bank sentral masih menjelaskan perbedaan pandangan. Presiden New York

Fed John Williams menyatakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga,

Fed John Williams menyatakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga,

sementara Alberto Musalem, Austan Goolsbee, dan Michael Barr masih menyoroti

risiko inflasi serta kemungkinan perlunya penyesuaian kebijakan lebih lanjut.

Data ekonomi AS juga memberikan

sinyal campuran. Consumer Confidence September turun, menyiratkan

meningkatnya kekhawatiran masyarakat kepada biaya hidup dan harga energi.

Sementara itu, JOLTS Job Openings turun dari 7,335 juta merupakan 7,079 juta, meskipun

tingkat pemutusan hubungan kerja tetap rendah.

Kondisi pasar tenaga kerja

tersebut memaparkan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum

tersebut memaparkan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum

menyiratkan pelemahan yang signifikan. Karena itu, peringkat masih memperhitungkan

peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 68% pada Oktober dan 95% pada

Rebound emas kali ini menjelaskan

bahwa penurunan harga energi dapat merupakan katalis penting ketika tekanan yield

dan dolar masih tinggi. Fokus bursa selanjutnya akan tertuju pada PCE dan NFP

untuk melihat apakah tekanan inflasi dan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat

untuk melihat apakah tekanan inflasi dan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat

untuk mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading