🏠 Beranda › Berita › minyak Menguat di Tengah Harapan Damai d…
Oil
Minyak Menguat di Tengah Harapan Damai dan Bayang-Bayang Konflik Iran
Harga minyak bergerak menguat di tengah tarik-menarik antara harapan terbukanya kembali Selat Hormuz dan kekhawatiran gangguan pasokan energi mancanegara. Minyak Brent berada di kisaran US$105,28 per barel, sementara WTI diperdagangkan sekitar US$92,60 per barel. Gerakan market masih volatil setelah sinyal diplomasi AS–Iran berubah-ubah, dengan Presiden Donald Trump disebut bersedia memberikan keringanan sanksi serta mencairkan komoditas Iran jika terdapat kemajuan dalam isu nuklir.
Investor masih berhati-hati karena belum ada kesepakatan konkret terkait penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Meskipun pembicaraan melalui mediator terus berlangsung, peringkat menilai risiko eskalasi masih tetap tinggi, terutama menjelang pemilu tengah periode AS.
Dari sisi pasokan, pemulihan sebagian aliran minyak Arab Saudi melalui jalur alternatif membantu meredakan kekhawatiran jangka pendek. Namun, tekanan kepada bursa fisik masih terlihat dengan meningkatnya permintaan terhadap pasokan minyak siap kirim serta kenaikan biaya pengiriman akibat terbatasnya kapal tanker besar.
Selain konflik Timur Tengah
Selain konflik Timur Tengah, peringkat juga mencermati risiko dari gangguan energi lain seperti perang Rusia–Ukraina dan potensi kebijakan pembatasan ekspor diesel AS. Kondisi tersebut menjaga tekanan kepada harga produk energi, terutama ketika kapasitas penyulingan mancanegara masih menghadapi kendala.
Gerakan minyak di tengah mencerminkan bursa yang masih menunggu kepastian geopolitik. Jika negosiasi AS–Iran menghasilkan kesepakatan dan Selat Hormuz kembali normal, tekanan harga dapat mereda. Namun, tanpa solusi yang jelas, risiko gangguan pasokan masih merupakan faktor utama yang menjaga prospek minyak tetap berada dalam tekanan bullish.