Minyak Turun Empat Hari, Harapan Diplomasi Timur Tengah Tekan Harga

📅 2026-08-27
🕐
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga minyak kembali merosot pada awal perdagangan Kamis dan memperpanjang penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. Tekanan muncul karena bursa mulai menaruh harapan bagi membaiknya pasokan dari Timur Tengah, bersamaan munculnya sinyal diplomasi baru di kawasan tersebut.

West Texas Intermediate atau WTI turun 0,5% ke US$81,83 per barel pada pukul 19.51 ET atau 23.51 GMT. Dalam tiga sesi di awal, harga minyak telah terkoreksi sekitar 6%, memaparkan aksi jual semakin kuat setelah reli besar sebelumnya.

Kondisi pasar utama datang dari laporan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan terkait jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Meski begitu, Teheran memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut belum tentu langsung berarti pembukaan penuh jalur strategis tersebut.

Harga minyak tetap turun meskipun Amerika

Harga minyak tetap turun meskipun Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi yang lebih ketat bagi Iran. Teheran mengecam langkah tersebut dan sejak lama memperingatkan adanya potensi pembalasan, tetapi peringkat lebih fokus pada peluang perbaikan hubungan diplomatik di kawasan.

Laporan lain juga menjelaskan adanya perkembangan positif dalam hubungan AS-Iran. Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata baru yang dapat diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Selain itu, Pakistan sebagai salah satu mediator utama di kawasan juga menyebut adanya kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Iran. Sinyal-sinyal ini membuat pelaku market mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sejak lama menopang harga minyak.

Namun, kondisi di Selat Hormuz belum

Namun, kondisi di Selat Hormuz belum sepenuhnya normal. Data pelayaran menyiratkan arus kapal melalui jalur tersebut masih berada jauh di bawah level sebelum perang, padahal Hormuz sejak lama berubah jadi jalur transit sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Iran juga menuduh Amerika Serikat menghambat kesepakatan dengan Oman untuk membuka kembali Hormuz. Hal ini menjelaskan bahwa meskipun harapan diplomasi meningkat, risiko gangguan pasokan masih belum sepenuhnya hilang.

Tinjauan Newsmaker: Penurunan minyak sekarang mencerminkan bursa mulai mengurangi premi risiko setelah muncul harapan diplomasi di Timur Tengah. Namun, koreksi ini belum berarti risiko fundamental sudah selesai, karena arus kapal di Selat Hormuz masih jauh dari normal dan hubungan AS-Iran tetap rapuh. Selama WTI bertahan di atas area US$80, tekanan jual masih terlihat sebagai koreksi lanjutan setelah reli di awal. Tetapi jika ada konfirmasi pembukaan Hormuz atau gencatan senjata baru, harga minyak bisa turun lebih dalam. Sebaliknya, jika kesepakatan gagal atau Iran kembali memberi ancaman balasan, minyak berpeluang rebound cepat. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures