Emas Menguat, Debasement Trade Kembali Jadi Penggerak

πŸ“… 2026-08-27
πŸ•
πŸ“° Sumber: Newsmaker.id

Harga

emas melanjutkan penguatan dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga

bulan setelah langkah agresif Departemen Keuangan AS di market obligasi kembali

memicu kekhawatiran bagi kondisi fiskal Amerika

memicu kekhawatiran bagi kondisi fiskal Amerika dan dampaknya terhadap

dolar. Harga emas naik hingga 1,2% menembus US$4.650 per ons, level intraday

tertinggi sejak pertengahan Mei.

Reli

emas semakin kuat setelah Treasury AS secara mengejutkan meningkatkan program

buyback obligasi pemerintah jangka panjang. Langkah tersebut sempat menekan

yield Treasury dan melemahkan dolar, sehingga

yield Treasury dan melemahkan dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas

sebagai komoditi lindung nilai. Dalam sepekan terakhir, emas telah mencatat

kenaikan lebih dari 5% dan membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Kebijakan

intervensi langsung kepada bursa obligasi kembali menghidupkan kekhawatiran

mengenai inflasi, pelemahan dolar, serta keberlanjutan utang pemerintah AS.

Kondisi tersebut memunculkan kembali narasi debasement

Kondisi tersebut memunculkan kembali narasi debasement trade, yaitu perpindahan

investor ke komoditas yang dianggap mampu menjaga nilai ketika mata uang mengalami

tekanan.

Menurut

Justin Lin dari Internasional X ETFs, terdapat peluang aliran dana makro berpindah lebih besar ke logam mulia akibat

meningkatnya kekhawatiran kepada pelemahan nilai mata uang. Suasana pasar tersebut

juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan

juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang membuka

kemungkinan memperluas program buyback obligasi untuk menekan biaya utang

pemerintah.

Permintaan

investor bagi emas juga semakin terlihat melalui produk investasi berbasis

emas. ETF emas yang dipantau Bloomberg mencatat tambahan lebih dari 28 ton

sepanjang pekan lalu, merupakan arus masuk

sepanjang pekan lalu, merupakan arus masuk terbesar sejak Januari. Selain itu,

aktivitas opsi call pada SPDR Gold Shares meningkat ke level tertinggi sejak

Maret, memaparkan investor mulai bertaruh kepada kelanjutan kenaikan harga

emas.

Analisis

Newsmaker: emas di tengah mendapatkan

dukungan kuat dari kombinasi pelemahan dolar,

dukungan kuat dari kombinasi pelemahan dolar, kekhawatiran utang AS, dan

meningkatnya permintaan safe haven. Namun, setelah reli tajam dalam beberapa

sesi terakhir, potensi konsolidasi tetap perlu diwaspadai. Risiko utama bagi emas

berasal dari kemungkinan kenaikan kembali real

berasal dari kemungkinan kenaikan kembali real yield Treasury atau penguatan

dolar AS. Selama peringkat masih melihat kebijakan Treasury sebagai tanda tekanan

fiskal, tren bullish emas masih memiliki peluang untuk berlanjut.(yds)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“° Sumber asli: Newsmaker.id

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures