#AnalisisPasarEmas
#Dekat
#Tertinggi
News Analisis terkini mengenai perkembangan pasar komoditas emas di Indonesia.

NEWS ANALISIS TERKINI MENGENAI PERKEMBANGAN PASAR KOMODITAS EMAS DI INDONESIA.
News Maker 23 – News Harga minyak turun lebih dari US$1 per barel pada perdagangan Senin (24/8), karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pengumuman sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran. Sanksi tersebut diperkirakan dapat semakin mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Brent crude futures melemah 0,85% ke US$91,38 per barel pada pukul 03.29 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 1,29% ke US$86,46 per barel. Meski terkoreksi, kedua kontrak minyak masih mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut pada pekan lalu, dengan penguatan lebih dari 5%. Kenaikan tersebut terjadi setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan, sehingga membatasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Selat Hormuz menjadi titik penting karena sebelumnya menjadi jalur transit sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Ketidakpastian di jalur tersebut membuat pasar tetap waspada terhadap risiko gangguan pasokan, meskipun harga minyak saat ini sedang terkoreksi karena profit taking. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin pukul 14.00 waktu New York atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Ia sebelumnya mengancam akan menjatuhkan sanksi paling keras dalam sejarah terhadap Iran, sementara Presiden Donald Trump juga mengancam sanksi terhadap mitra dagang Teheran.
Sumber: https://newsmaker.id/id/news/commodity/oil/24082026-minyak-turun-jelang-sanksi-baru-as-ke-iran
Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
