
Dolar Menguat Tipis, CPI AS Jadi Penentu Arah
Indeks Dolar AS bergerak mendekati level 99,9 pada perdagangan Rabu(12/8), mencatat kenaikan tipis ketika investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat.
Fokus utama Pasar tertuju pada CPI AS yang akan dirilis hari ini, kemudian dilanjutkan PPI pada Kamis. Kedua data tersebut diperkirakan menjadi petunjuk penting mengenai apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk mendorong The Fed menaikkan suku bunga.
Pasar saat ini masih terbagi mengenai peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Kenaikan harga Minyak dalam beberapa sesi terakhir kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi energi dapat bertahan lebih lama dan membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish.
Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee juga menegaskan bahwa bank sentral saat ini lebih khawatir terhadap inflasi yang tetap terlalu tinggi dibandingkan risiko pelemahan Pasar tenaga kerja. Pernyataan tersebut membantu menjaga Dolar tetap mendapat dukungan menjelang data CPI.
Dari sisi geopolitik, investor terus mengikuti perkembangan negosiasi AS-Iran terkait Selat Hormuz. Sentimen sempat membaik setelah Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan kedua negara mulai mendekati suatu bentuk kesepakatan, meski belum ada kepastian mengenai pembukaan penuh jalur tersebut.
Analisis Newsmaker: DXY saat ini berada sangat dekat dengan level psikologis 100. CPI yang lebih panas dari perkiraan dapat meningkatkan peluang kenaikan suku bunga September dan mendorong Dolar menembus level tersebut. Sebaliknya, CPI yang lebih dingin berpotensi menekan yield dan Dolar, sekaligus memberikan ruang Penguatan bagi Emas dan mata uang utama lainnya.(gn)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.