
Dolar Menguat, Hormuz Picu Risk-Off
Dolar AS menguat pada perdagangan Selasa (7/7) karena permintaan aset safe haven meningkat. Sentimen Pasar kembali hati-hati setelah harga Minyak naik akibat serangan baru terhadap kapal di Selat Hormuz.
Indeks spot Dolar bloomberg naik 0,2% setelah sebelumnya melemah selama tiga hari berturut-turut. Penguatan Dolar terjadi setelah tiga kapal dilaporkan diserang di Selat Hormuz, sehingga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan stabilitas pasokan energi global.
Tekanan inflasi juga kembali menjadi perhatian. Survei Ekspektasi Konsumen New York Fed menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun naik ke 3,67% pada Juni, dari 3,46% pada bulan sebelumnya. Menurut analis Bank of America, Alex Cohen, kenaikan ekspektasi inflasi dan harga Minyak ikut mendukung Dolar AS.
Di Jepang, USD/JPY bergerak relatif stabil di sekitar 162,06. Yen sempat mendapat dukungan setelah Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang, Minoru Kiuchi, membantah laporan bahwa Pemerintah mendorong suku bunga rendah sebagai bagian dari kebijakan ekspansi fiskal. Data upah Jepang yang kembali naik pada Mei juga memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga.
Sementara itu, NZD/USD turun 0,4% ke level 0,5681 menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand. Mayoritas ekonom memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 2,50%. Jika benar terjadi, Dolar Selandia Baru berpotensi mendapat dorongan jangka pendek.
Di mata uang lain, USD/CAD turun tipis ke 1,4199 setelah surplus perdagangan Kanada melebar ke level terbesar dalam empat tahun, didukung sektor energi, logam, dan mineral. Sementara itu, EUR/USD melemah 0,2% ke 1,1415, dengan Pasar juga mencermati perkembangan politik Prancis setelah Marine Le Pen tetap berencana maju dalam pemilihan presiden meski menghadapi putusan hukum. (arl)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.