Analisis Perak Melemah di Tengah Panasnya Hormuz - Data Pasar 2026-07-07

Analisis Perak Melemah di Tengah Panasnya Hormuz - Data Pasar 2026-07-07

Perak Melemah di Tengah Panasnya Hormuz

Harga Perak atau XAG/USD kembali melemah pada perdagangan Selasa (7/7). Perak turun dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar US$60,70 per ounce atau melemah 2,21%.
Tekanan terhadap Perak muncul karena investor mulai berhati-hati menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve. Sebagian pelaku Pasar memilih mengamankan posisi setelah Perak sempat mencatat kenaikan pada pekan sebelumnya.
Kenaikan imbal hasil Treasury AS juga ikut menekan Perak. Saat yield naik, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Perak dan Emas biasanya menjadi kurang menarik. Di saat yang sama, Dolar AS masih mendapat dukungan karena Pasar menilai The Fed belum akan meninggalkan kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat.
Data tenaga kerja AS terbaru memang menunjukkan perlambatan secara bertahap, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan The Fed secara besar-besaran. Presiden The Fed New York, John Williams, juga menilai risiko Pasar tenaga kerja masih seimbang, sementara inflasi tetap terlalu tinggi.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian. Serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasokan energi global dan mendorong harga Minyak naik. Kondisi ini dapat kembali menyalakan risiko inflasi, sehingga menjadi sentimen kurang baik bagi logam mulia yang sensitif terhadap ekspektasi Rate Moneter. Kini, fokus Pasar tertuju pada risalah FOMC yang akan dirilis Rabu untuk melihat arah pergerakan Perak berikutnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.