
Harga Minyak Melonjak 3% Imbas Eskalasi Iran-AS
Harga Minyak dunia melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Senin (1/6), setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat. Kenaikan terjadi usai Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan, sementara Israel memerintahkan pasukannya bergerak lebih jauh ke Lebanon dalam konflik melawan Hezbollah yang didukung Teheran.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$2,88 atau 3,3% ke level US$90,24 per barel pada pukul 07.01 GMT. Sementara itu, Brent menguat US$2,78 atau 3,05% ke US$93,90 per barel. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Sentimen Pasar sebelumnya sempat membaik setelah muncul harapan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran. Optimisme tersebut sempat menekan harga Brent dan WTI masing-masing turun 1,8% dan 1,7% pada Jumat. Namun, harapan itu meredup setelah Washington menyatakan telah melakukan serangan “bela diri” terhadap fasilitas radar dan kendali drone di Goruk dan Pulau Qeshm, Iran.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan pasukan kedirgantaraannya menargetkan pangkalan udara yang disebut digunakan dalam serangan AS terhadap menara telekomunikasi di Pulau Sirik. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan akan segera memutuskan proposal perpanjangan gencatan senjata, namun eskalasi terbaru membuat Pasar kembali mencermati potensi perluasan konflik, termasuk peran Israel dan Hezbollah dalam proses de-eskalasi.
Penyebab utama kenaikan Minyak:
Ketegangan Iran-AS kembali meningkat, risiko konflik Israel-Hezbollah melebar, dan harapan perpanjangan gencatan senjata mulai melemah. Pasar juga khawatir jika konflik mengganggu jalur pasokan energi di kawasan Timur Tengah.
Hal yang perlu diperhatikan:
Fokus Pasar selanjutnya tertuju pada keputusan Donald Trump terkait proposal gencatan senjata, respons Iran, pergerakan Israel di Lebanon, serta potensi gangguan pasokan Minyak jika eskalasi konflik terus berlanjut.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.