Analisis Perak Tertekan Saat Risiko Inflasi dan Suku Bunga Menguat - Data Pasar 2026-05-20

Analisis Perak Tertekan Saat Risiko Inflasi dan Suku Bunga Menguat - Data Pasar 2026-05-20

Perak Tertekan Saat Risiko Inflasi dan suku bunga Menguat

Harga Perak bergerak di bawah $75/oz pada Rabu (20/5) setelah anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi ketika eskalasi tensi AS-Iran membuat Pasar kembali fokus pada risiko inflasi dan peluang suku bunga bertahan tinggi.
Pemicu utamanya datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan AS bisa melanjutkan serangan terhadap Iran dalam “dua atau tiga hari” jika Teheran tidak menerima syarat damai Washington. Pernyataan itu muncul tidak lama setelah Trump menyebut ia sempat membatalkan serangan yang direncanakan, sementara isu program nuklir Iran masih menjadi hambatan dalam negosiasi.
Konflik yang berlarut disebut ikut menjaga Selat Hormuz efektif tertutup bagi lalu lintas pengapalan, mendorong harga Minyak lebih tinggi dan memperkuat tekanan inflasi. Kenaikan inflasi membuat Pasar menilai bank sentral berisiko mempertahankan suku bunga lebih tinggi, kondisi yang umumnya menekan logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Perak juga melepas Penguatan yang sempat tercipta di awal bulan, ketika sentimen saham bertema AI membaik dan ada optimisme atas permintaan logam untuk infrastruktur data center. Saat narasi bergeser dari “growth-AI” ke “inflasi-suku bunga”, minat risk asset menurun dan tekanan pada Perak membesar.
Ke depan, arah Perak akan sangat ditentukan oleh apakah tensi geopolitik memicu kenaikan Minyak lebih lanjut dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. Pasar akan memantau perkembangan konflik AS-Iran, kondisi Selat Hormuz, arah harga Minyak, serta perubahan ekspektasi kebijakan bank sentral yang menjadi penggerak utama volatilitas di logam mulia.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.