
Emas Menguat saat Aksi “Buy on Dip” Masuk Meski Dolar Masih Kuat
Harga Emas bergerak naik, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya, setelah aksi buy on dip masuk ke Pasar yang masih dibayangi ketidakpastian pada hari kelima perang di Timur Tengah.
Amerika Serikat menyatakan akan memperdalam serangan ke Iran dan menyebut kapabilitas militer Iran “kian menguap”. Konflik juga makin melebar, dengan sekitar belasan negara terseret: Teheran menarget Israel dan negara-negara Teluk, sementara Israel dan AS membombardir target di Iran. AS juga dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional, dan Turki disebut turut berada dalam situasi serangan.
Di sisi lain, Iran membantah laporan bahwa pihaknya menghubungi AS untuk membahas negosiasi mengakhiri konflik, dan menyebut kabar itu sebagai “kebohongan murni”.
Emas sempat naik hingga 2,3% sebelum memangkas sebagian Penguatan, terbantu oleh pelemahan Dolar pada Rabu setelah Dolar reli lebih dulu di awal pekan. Menurut Peter Kinsella, Global Head of FX Strategy di Union Bancaire Privee (UBP SA), penurunan tajam posisi bullish hedge fund dan manajer Strategi Investasi “seharusnya membatasi kedalaman penurunan” Emas. Data CFTC menunjukkan posisi net long investor di Emas mendekati level terendah dalam hampir satu dekade.
Secara tahunan, Emas masih mencatat kenaikan sekitar hampir 20% dan sempat mencetak rekor sepanjang masa di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Permintaan ditopang ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berkepanjangan, serta kekhawatiran atas independensi Federal Reserve.
Namun, lonjakan harga energi memunculkan risiko inflasi yang dapat menahan ruang kenaikan Emas. Jika inflasi kembali naik, Fed dan bank sentral global berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama—atau bahkan mengetatkan lagi. Pasar kini mem-price-in sekitar 80% peluang pemangkasan suku bunga Fed lebih dari satu kali 25 bps tahun ini, setelah pekan lalu sempat mem-price-in dua kali pemangkasan penuh.
Emas sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi suku bunga tinggi yang biasanya menyertai inflasi juga bisa menekan Emas—seperti yang terjadi pada 2022. George Cheveley, portfolio manager di Ninety One, menyebut Emas lebih tepat dilihat sebagai lindung nilai terhadap kondisi ekstrem: Emas cenderung bekerja baik saat inflasi tinggi maupun deflasi, sedangkan kondisi ekonomi yang stabil justru kurang ideal bagi Emas.
Pada perdagangan spot, Emas naik 0,77% ke $5.128,25 per ons (pukul 15:12 di New York). Perak naik 1,4% ke $83,17 setelah anjlok lebih dari 8% pada sesi sebelumnya. Platinum dan palladium juga ikut menguat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Mendalam Pasar Emas
Pergerakan harga Emas dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal. Berikut analisis komprehensif untuk memahami dinamika Pasar Emas terkini.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas
- Kebijakan Moneter Global: suku bunga bank sentral utama seperti The Fed mempengaruhi daya tarik Emas sebagai safe-haven asset.
- Geopolitical Tensions: Ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan Emas sebagai aset pelindung.
- Inflasi dan Data Ekonomi: Laporan inflasi dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi sentimen investor terhadap Emas.
- Nilai US Dollar: Hubungan invers antara dollar AS dan harga Emas tetap menjadi faktor kunci.
Analisis Teknikal Emas
Berdasarkan data dari platform analisis terkemuka, pola teknikal menunjukkan potensi pergerakan harga dalam jangka pendek dan menengah. Support dan resistance level kunci perlu dipantau untuk menentukan entry point yang optimal.
Strategi Trading Emas
Untuk trader dan investor, penting untuk memiliki strategi yang jelas dalam trading Emas. Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:
- Position Trading berdasarkan trend jangka panjang
- Swing Trading memanfaatkan fluktuasi harga menengah
- Hedging terhadap portofolio investasi
Outlook dan Rekomendasi
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan sinyal teknikal, outlook Pasar Emas menunjukkan potensi continued volatility dengan bias positif dalam jangka menengah. Disarankan untuk selalu update dengan analisis terbaru dari sumber terpercaya.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.