
Dolar Menguat Tipis Jelang PCE, Risiko Iran Jadi Penopang
Dolar AS bergerak naik tipis menjelang rilis serangkaian data ekonomi AS, termasuk Personal Consumption Expenditures (PCE)—indikator inflasi yang paling sering dijadikan acuan oleh The Fed. Selain faktor data, meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah ikut mengangkat permintaan aset aman (safe haven) dan menopang greenback.
Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1%, memperpanjang Penguatan menjadi hari kelima berturut-turut. Di sisi lain, Dolar Selandia Baru melemah setelah Gubernur bank sentral, Anna Breman, menyatakan ekonomi masih punya ruang pulih tahun ini tanpa memicu inflasi berlebihan—sinyal bahwa RBNZ mungkin tidak perlu mengetatkan kebijakan lebih lanjut.
Menurut Richard Franulovich (Westpac), kombinasi data AS yang membaik belakangan ini (termasuk klaim pengangguran semalam), sinyal The Fed yang lebih hati-hati, serta tensi AS–Iran membuat Dolar “terdorong” minggu ini. Meski begitu, ia menilai Dolar masih punya kelemahan struktural, sehingga investor jangka panjang seperti dana pensiun berpotensi tetap menjual saat Dolar menguat.
Pergerakan mata uang utama: NZD/USD turun 0,3% ke 0,5955, AUD/USD turun 0,2% ke 0,7041. Sementara USD/JPY naik 0,2% ke 155,31, dan EUR/USD turun 0,2% ke 1,1752.
Di Pasar Obligasi, Treasury AS relatif stabil. Imbal hasil (yield) US 10-tahun bertahan di sekitar 4,07%, menandakan Pasar masih “menunggu arah” jelang data PCE dan katalis berikutnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.