Analisis Minyak Turun $2 Ditengah Lonjakan Stok AS - Data Pasar 2026-02-13

Analisis Minyak Turun $2 Ditengah Lonjakan Stok AS - Data Pasar 2026-02-13

Minyak Turun $2 Ditengah Lonjakan Stok AS

Harga Minyak turun sekitar $2 per barel pada Kamis (12/2), dipicu kombinasi proyeksi permintaan yang melemah, meredanya kekhawatiran konflik baru di Timur Tengah, serta perkiraan pasokan yang akan meningkat.
Kontrak berjangka Brent turun $2 (2,88%) ke $67,40 per barel pada pukul 12:54 siang CDT, sementara WTI turun $1,94 (3%) ke $62,69.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan permintaan Minyak global tahun ini akan naik lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. IEA juga memproyeksikan surplus yang cukup besar, meskipun sempat ada gangguan pasokan pada Januari akibat beberapa outage yang mengurangi produksi. Setelah laporan bulanan IEA dirilis, Brent dan WTI yang sempat ditopang tensi AS–Iran justru berbalik negatif.
Dari sisi geopolitik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan menjelang kepulangannya dari Washington bahwa Presiden AS Donald Trump tampak sedang membingkai upaya penyelesaian konflik dengan Iran terkait isu senjata nuklir.
“Fakta bahwa Presiden Trump terus bernegosiasi dengan Iran akan menurunkan risiko geopolitik,” kata Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates. Lipow juga menilai proyeksi IEA mengandung penurunan permintaan 2026 yang “cukup signifikan”, dan Pasar mulai mengantisipasi tambahan pasokan, termasuk kemungkinan dari Venezuela.
Tekanan tambahan datang dari lonjakan stok Minyak AS. Data EIA menunjukkan persediaan Minyak mentah AS naik 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu—jauh di atas ekspektasi kenaikan 793 ribu barel dalam jajak pendapat Reuters. Tingkat utilisasi kilang AS juga turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4%. Di sisi pasokan global, ekspor produk Minyak Rusia via jalur laut pada Januari naik 0,7% dari Desember menjadi 9,12 juta metrik ton, didorong output bahan bakar yang tinggi dan turunnya permintaan domestik musiman.(yds)
Sumber: Reuters.com

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.