
USD/CHF Melemah, Dolar AS Tertekan Isu suku bunga dan Politik The Fed
Pasangan USD/CHF melemah dan diperdagangkan di sekitar level 0,7920 pada perdagangan Asia hari Jumat. Pelemahan ini terjadi karena Dolar AS tertekan oleh ekspektasi Pasar bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga dua kali lagi pada tahun 2026. Sebelumnya, The Fed sudah menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang 2025 untuk merespons Pasar tenaga kerja yang melemah, meski inflasi masih tergolong tinggi.
Sentimen terhadap Dolar juga dipengaruhi oleh rencana Presiden AS Donald Trump untuk menunjuk Ketua The Fed yang baru pada Januari ini, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei mendatang. Pasar menilai ketua baru berpotensi membawa kebijakan suku bunga yang lebih rendah. Meski begitu, risalah pertemuan FOMC Desember menunjukkan pandangan yang terbelah, dengan sebagian pejabat ingin menghentikan pemangkasan jika inflasi terus turun, sementara lainnya memilih menahan suku bunga untuk sementara waktu.
Di sisi lain, Franc Swiss mendapat dukungan sebagai aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kondisi ekonomi Swiss yang membaik juga memperkuat CHF, tercermin dari Indikator Ekonomi KOF yang naik ke 103,4 pada Desember, tertinggi sejak September 2024. Kombinasi sentimen global dan data ekonomi ini membuat USD/CHF tetap berada di bawah tekanan menjelang awal 2026. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.